Archive for March, 2008

go agriculture..

Thursday, March 27th, 2008

Ada berita yang bagus dari duania pertanian.PT DuPont International, perusahaan pestisida terkemuka asal Wilmington Amerika Serikat, menunjuk Indonesia sebagai basis produksi pestisida untuk pasar Asia Tenggara. Berbagai pestisida pertanian ini akan diproduksi di dua pabrik DuPont di Sidoarjo dan Pasuruan Jatim. Alasannya, Indonesia memiliki potensi pasar besar dengan total lahan pertanian seluas 11 juta hektare.

Direktur Bisnis DuPont ASEAN, Tan Soo Keong, di Jakarta, 16/12 mengatakan Dupont juga telah menemukan jenis pestisida terbaru yang masuk kategori ramah lingkungan. Pestisida berbahan aktif Klorantraniliprol ini dilabeli merek dagang Prevathon 50 SC ini, penelitiannya menghabiskan anggaran riset 100 Juta dolar AS selama tujuh tahun.

Walo memang sekarang sedang digiatkan pertanian organik dan tanpa pestisida, saya rasa produk baru ini yang katanya ramah lingkungan sangat bagus, mudah mudahan harganya murah. Sehingga dapat membangkitkan lagi pertanian di Indonesia yang katanya negara agraris.

Jika saja beberapa pihak tidak menyalah gunakan kekuasaan dengan mengadakan impor beras dan bahkan kedelai yang juga ikut ikutan, saya rasa luas 11 juta hektar tanah di Indonesia bisa kita aktif kan kembali. Asal benar benar berorientasi kepada rakyat, tidak kepada saku sendiri.

sekedar menulis

Monday, March 17th, 2008

kemaren gw lihat di tivi….
ada beberapa kasus mal nutritions lagi alias kekurangan gizi..
hal serupa biasanya muncul seiring dengan meningkatnya harga bahan pokok, yang belakangan memang sangat meroket sementara tingkat penghasilan penduduk seperti mengalami stagnansi.

miris sekali memang
melihat sebuah mobil berharga milyaran melintas kencang di jalanan, sementara ada orang yang mengais ngais sampah hanya untuk makan.
golongan hedonis pasti akan dengan gampang bilang, yah salah mereka…kenapa ga usaha???
atau …yah emang nasib nya gitu..mau diapain lagi…???

mungkin saya hanya bisa menulis dengan kemampuan saya yang sangat terbatas. tapi dari pikiran sederhana saya,muncul pertanyaan, ada apa dengan negri ini???memang negara kita adalah engara berkembang, tapi saya merasa sangat tidka pantas jika subsidi yang sangat besar dikucurkan oleh pemerintah untuk sektor minyak dan gas. rakyat dipaksa untuk konversi dari minyak tana ke gas. yang katanya untuk kebaikan. agar subsidi minyak tana berkurang…..apa iya??

pikiran bodh saya saja bisa mengatakan, yang harus di subsidi terlebih dahulu adalah makanan rakyat, bahan pokok rakyat. kalau rakyatnya sudah kenyang…apa apa sudah tercukupi..minimal kejahatan akan bisa di minimalisir. karena orang tidak lagi perlu mencuri hanya untuk makan.

apa iya subdisi yang sudah ada benar benar bisa menjangkau rakyat??
atau kah ini hanya bentuk lain dari parodi pasal 34 UUD yang sering disebutkan orang dengan "fakir miskin dan anak terlantar di kembang biakkan oleh negara" dan pada akhirnya akan di kurangi dengan metode bencana alam….seperti banjir, tanah longsor, de el el….

saya menulis ini karena tadi pagi saya barusan baca The Jakarta Post, sunday February 16 th issue. Yang membahas mengenai Kalimantan. Dimana pulaunyas angat kaya akan minyak, gas, bahan natural lain seperti tembaga, emas, batu bara, sementara penduduknya tetap hidup dalam kemiskinan. dan seperti tidak tersentuh pembangunan.

dan juga karena di daerah tempat saya bekerja, ada satu restoran terkenal yang sangat mahal, dimana kalo mau makan aja bisa satu juta rupiah per orang. dengan keadaan penduduk sekitar yang harus memanggul rumput puluhan kilo untuk dapat uang sepuluh ribu rupiah.

again….some people akan bilang….yah mau diapain lagi….
but just try…please try…..do somethin….hanya sekedar simpati….masih sangat mulia dari pada berusaha menutup hati…