merdeka?? (apa iya?)
Tuesday, August 21st, 2007Merdeka!!!
Teriakan ini terdengar di mana mana pada pagi hari , Jumat 17 Agustus 2007 kemarin.
Beberapa diteriakkan dengan penuh semangat di lapangan Upacara. Beberapa dari mulut anak anak kecil yang telah bersiap dari pagi untuk mengikuti berbagai macam permainan di sore harinya.
Beberapa berseliweran dari satu handphone ke handphone lain berupa sms. Entah itu sms untuk lucu lucuan saja atau benar benar lahir dari lubuk hati dengan maksud ingin memperingati hari kemerdekaan.
Merdeka..!!!
simple memang , tapi untuk menggapai maksud dari tujuh huruf yang membentuk kata tersebut diperlukan lebih dari 250 tahun perjuangan. Mulai dari perjuangan yang bersifat kedaerahan sampai yang bersifat nasional.
“Lebih baik moesna dari pada didjajah “ itulah semboyan “pemoeda” jaman itu. Setelah menyerahnya Dai Nippon kepada Laskar Rakyat , “pemoeda” benar benar momok bagi Gealliardeen (sekutu).
Dengan segala cara para pemoeda berusaha mempersiapkan proklamasi kemerdekaan bertempat di rumah Laksamana Maeda , yang adalah salah satu petinggi Kaigun (angkatan laut) Nippon, namun mendukung upaya kemerdekaan Indonesia secara rahasia. Rumah tersebut berlokasi di Boulevard Nassau dan Boulevard Oranje yang sekarang bernama Jalan Imam Bonjol.
Akhirnya naskah proklamasi yang penuh corat coret karena dibuat dalam keadaan tergesa gesa disetujui para hadirin, yang melibatkan Bung Karno, Bung Hatta , Maeda, dan Ahmad Soebarjo. Dan selesai pada pulul 03.00 dini hari tanggal 17 agus 1945. Setelah sebelumnya Bung Karno diculik pemuda Sukarni dan ditempatkan di rumah seorang Tionghoa. Angkatan muda ini lah yang memaksa Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan.
Merdeka!!!
Itulah yang kita rasakan sekarang. Setelah perjalanan panjang para pahlawan mencapai puncaknya pada pagi Hari 17 agustus 1945 di Lapangan Ikada yang di korrdinir oleh Tan malaka. Lepaslah penat, pengorbanan keringat, darah, waktu , tenaga. Dan selesailah sudah segala macam siksaan , mulai dari kerja rodi, tuan tanah, jugun ianfu, tanam paksa, dan berbagai bentuk kekejaman penjajahan.
Merdeka!!!
Tapi apa iya kita susah bebas dan merdeka dari penjajahan?
Penjajahan yang mungkin bukan dalam arti mengangkat senjata? Tapi penjajahan dalam bentuk lain???
Kalau dalam pikiran saya belum. Saya bukanlah pengamat politik atau pengamat sejarah. Tetapi merdeka menurut saya adalah “ keadilan dan kebebasan untuk semua orang untuk hidup dan berusaha dan mengdapatkan taraf hidup yang layak.
Merdeka menurut saya tidak hanya terbebas dari desingan peluru dan senjata.
Kalau boleh saya bertanya, ……
……apakah para pengungsi di Porong Sidoarjo yang terpaksa beranjak dari tanah sendiri dan tinggal di lapak lapak pengungsian di tempat penampungan sementara mereka di pasar baru , menunggu datangnya kepastian akan adanya bantuan pemerintah dan lapindo brantas sendiri yang seperti mengharapkan jatuhnya hujan es di gurun kering, berbekalkan baju dibadan dan makan seadanya..tanpa masa depan….dapatkan mereka disebut sudah merdeka…????
…….biaya pendidikan yang semakin mengbengkak jika kita ingin mendapatkan pendidikan. Dengan pungutan yang tidak jelas disana sini…sampai di beberapa daerah anak anak yang ingin masuk SD saja bisa stress karena uang sekolah yang tak terbayar. Loh bukankah katanya pendidikan untuk semua??? Apakah ini yang disebut merdeka?
…….jaminan kesehatan untuk rakyat miskin yang tak kunjung ada. Selain hanya stempel “rumah tangga miskin”yang ditempel dirumah rumah penduduk. Entah apa maksudnya. Sementara rumah sakit negri tak ada yang akan mau menampung mereka kalau tak ada uang segepok yang ditaro di muka. Merdeka kah ini namanya?
…….banyak nya anak jalanan mulai dari usia sekian bulan sampai sekian tahun yang mangkal di perempatan. Kalau ga salah dulu saya pernah menghafalkan di salah satu bagian undang undang bahwa anak terlantar dipelihara oleh negara. Bukannya dikembang biakkan….(maaf)…merdeka dengan potret bangsa seperti inikah yang kita inginkan?
……kasus pembunuhan TKI kita yang diluar negri yang penyelesaiannya wallahualam. Tanpa ada pihak yang akan memperjuangkan. Padahal sedikit banyaknya pendapatan devisa negara adalah dari “import” TKI . potret kemajuan ataukah pembodohan? Inikah merdeka??
……atau yang paling sederhana, ibu ibu kamu secara tidak langsung belakangan mengeluh (bagi yang mampu tentu tidak ya) bahwa kenaikan terjadi dimana mana….minyak goreng pagi ini mencapai harga Rp 10.000 per kilo, gula lebih dari 5000, susu naik hampir 50 % dan minyak tanah menjadi langka dibeberapa daerah. Semuanya terasa makin mencekik. Sementara para pelaku korupsi migas bisa enak keluar masuk penjara, atau malah tetep aja jalan jalan ke mana mana, karena dari harta korupsi mereka bisa beli seluruh penjaga penjara. Jangan salahkan anak anak jika pada akhirnya punya cita cita jadi koruptor? Tahukah kamu kalau koruptor di daerah NTT malah tak pernah bisa tersentuh?
Jadi….sudah merdeka kah kita?
Berpakaian necis dan rapi yang baru diambil dari laundry mahal dengan harga sekian sekian. Buru buru ke salon buat menyasak rambut dan make konde buat dateng ke Upacara bendera di istana negara. Dengan marching band yang gegap gempita.
Makna apa yang kamu dapat?
Jika sekeliling kamu orang orang mengais sampah dengan perut lapar yang kian menyekat?
Merdeka?
Apa iya???